Cerita Muhadi dan Usaha Service HP/Laptop Barunya

Cerita Muhadi dan Usaha Service HP/Laptop Barunya

Muhadi Suprafmi menolak permintaan kedua orang tuanya untuk melanjutkan ke bangku perkuliahan setelah kelulusannya dari SMKN 1 Tanjung Selor 2021 lalu. Bukan tanpa alasan, anak muda kelahiran 14 Mei 2003 itu belajar dari teman-temannya yang mengenyam bangku kuliah.  

“Beberapa teman saya yang kuliah ada yang salah ambil jurusan, beberapa juga ada yang bingung mau kerja apa setelah mereka lulus,” papar Muhadi panggilan akrabnya. Dari pengalaman teman-temannya ini lah membuat ia merefleksikan diri sendiri. 

Bagi Muhadi kuliah bukan satu-satunya jalan dalam menentukan kesuksesan seseorang. Oleh sebab itu ia lebih memilih jalan hidupnya sendiri, ia ingin menjadi teknisi HP. Itu mengacu pada latar belakangnya sebagai siswa Multimedia di sekolah dulu. Terlebih ia juga sering dimintai tolong oleh teman-temannya untuk servis HP mereka. 

Minat dan bakat Muhadi terhadap dunia elektronika membuat laki-laki keturunan Jawa itu teguh pendirian. Sehingga ia mencari cara agar dapat mengumpulkan pundi-pundi rupiah guna membiayai kursus teknisi HP. Setelah lulus sekolah, ia gunakan waktu kosongnya untuk bekerja sebagai buruh bangunan.

Sampai akhirnya terkumpullah uang hasil kerja keras Muhadi selama ini. Namun, sayang tabungannya masih dirasa kurang cukup. Syukurlah orang tuanya mengulurkan bantuan untuk menutup biaya kursus service HP yang kurang.

Tak butuh waktu lama bagi Muhadi mencari tempat kursus service HP. Di jaman sekarang internet sudah mempermudah pekerjaan manusia. Pastinya Muhadi memanfaatkan adanya kemajuan teknologi tersebut. “Dulu browsing-browsing dan muncul nama Lasercom,” jelas Muhadi yang diwawancarai lewat Zoom (10/3).

Berangkatlah Muhadi jauh dari Tanjung Palas Timur, Bulungan, Kalimantan Utara ke Jogja untuk kursus service HP. Tujuannya ya sudah pasti menambah dan meningkatkan keahlian servis HP. Di samping itu ia juga berharap bisa menggapai cita-citanya jadi teknisi HP/laptop.

Muhadi terdaftar jadi peserta kursus service HP android periode Oktober 2021. Setiap periode kursus service HP terdiri dari 10 peserta yang berasal dari penjuru daerah di Indonesia. Ada dari Bengkulu, Jayapura, Lombok, dan Muhadi adalah satu-satunya peserta yang berasal dari pulau Kalimantan. 

Muhadi mengikuti kursus service HP android tanpa ada kendala yang berarti. Materi-materi yang diberikan oleh trainer teknisi HP ia cerna secara saksama. Sehingga ketika praktik menyervis HP ia berhasil mengatasi. Selain materi tentang hp ia juga menerima seluk-beluk materi tentang bisnis.

Muhadi terus merasa haus sama ilmu elektronika. Tak heran kalau setelah sebulan ikut kursus service HP android, Muhadi melanjutkan kursus service laptop di bulan berikutnya. Tentu saja ia harus merogoh kantongnya lagi. “Terus ikut kursus service laptop November sampai Desember 2021,” kata Muhadi.  

 

Pulang Kursus Service HP/Laptop Langsung Buka Jasa Service

Kepulangannya dari Jogja, Januari 2022 Muhadi langsung membuka usaha jasa servis HP dan laptop di rumahnya. Awal-awal ia harus menyervis laptop dan HP di atas meja kecil ukuran 1×1 meter karena terbatas modal. Modal awal menghabiskan dana sebesar 7 Juta yang asalnya dari tabungan pribadi Muhadi. Alat-alat service HP dan laptop ia beli secara bekas dari alumni peserta kursus service HP.

Karena masih tergolong usaha baru orang-orang pun masih belum banyak yang tahu dan datang untuk servis HP/laptop. Promosi pun juga sebatas dari mulut ke mulut saja. Dari sini ada beberapa konsumen mulai berdatangan untuk service HP atau laptop mereka. Tak banyak memang, tapi Muhadi menerimanya dengan senang hati.

Muhadi terus berupaya semaksimal mungkin untuk usaha service HP/laptop kesayangannya. Dari promosi cuma lewat mulut ke mulut, akhirnya ia memasang iklan di facebook agar bisa menjangkau lebih banyak lagi calon konsumen. Iklan itu menghabiskan biaya 750 ribu. “Tapi ga terlalu ngaruh ya soalnya segmentasinya bukan pengguna fb (facebook-red),” ungkap Muhadi.

 

Hampir Hilangkan Ratusan Ribu File Perusahaan

Tidak ada yang namanya mulus-mulus saja dalam menjalankan sebuah usaha. Suka dan duka dialami juga oleh Muhadi. Belum lama memutarkan roda bisnisnya, ia dihadapkan dengan beberapa ujian. Ya bisa dibilang ujian soalnya Muhadi masih muda dan belum punya pengalaman punya usaha sebagai teknisi HP. 

Contohnya saja perbedaan karakter konsumen yang datang ke rumahnya setiap harinya. Salah satu konsumennya yang paling membekas di ingatan Muhadi adalah ibu-ibu yang mau service HP. “Ada waktu itu ibu-ibu service Hp ngotot katanya rusaknya konektor charger tapi pas aku periksa ternyata baterainya yang rusak,” jelas Muhadi.

Dari cerita komplenan konsumen ibu-ibu mungkin belum seberapa membekas dan menguras emosi Muhadi. Sebab masih ada satu pengalaman lagi yang lebih menyita pikiran dan hari-harinya. 

Muhadi tinggal di daerah yang dikelilingi oleh kebun sawit. Tak heran kalau ada beberapa perusahaan yang didirikan di sana. Cerita pilu Muhadi berangkat dari salah satu orang dari perusahaan tersebut datang untuk service laptop. Orang itu ingin laptopnya migrasi sistem operasi dan hardisk ke SSD. 

“Setelah aku pasang SSD datanya ga kebaca, OS-nya belum keinstal di SSD. Nah saya balikin lagi ke hardisk. Ternyata pas mau dicloning lagi filenya udah ga ada. Datanya 115 ribu hilang. Dari situ aku jelasin ke usernya kalau ga bisa ditunggu harus diambil besok pagi,” tambahnya.

Muhadi terus mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Setelah dari pagi berjibaku dengan laptop akhirnya tepat jam 10 malam data-data perusahaan sudah kembali dan laptop sudah migrasi OS dan ke SSD.

Dari kejadian itu Muhadi hampir tak mau memegang alat-alat service HP/laptop lagi. Ada rasa trauma di dalam dirinya. “Sempat ga mau megang alat (service HP/laptop-red) berapa ya tiga hari masih kepikiran kalau gimana datanya ga balik lagi.

Untungnya Muhadi tergabung di perkumpulan silat yang sudah lama ia ikuti. Teman-temannya di sana pun juga memberikan semangat. Sedikitnya bisa mengalihkan pikirannya dari masalah data hilang kemarin. 

Muhadi juga ingat sama motivasi dari salah satu trainer kursus service HP/laptop yang diberikan di sela-sela kursus. “Saya juga ingat kata-kata pak guru kalau jangan pernah berhenti mencoba dan terus belajar. 

Itulah yang perlahan membuat Muhadi semangat. Bahkan saat ditanya rencana ke depannya Muhadi dengan mantap ingin melanjutkan kursus service laptop tingkat ahli di Lasercom.

 

Penulis: Luluh Pramudaningtyas